Andong merupakan salah satu alat transportasi tradisional di Yogyakarta dan sekitarnya, seperti Solo dan Klaten. Keberadaan andong sebagai salah satu warisan budaya Jawamemberikan ciri khas kebudayaan tersendiri yang kini masih terus dilestarikan.

Walaupun sudah banyak kendaraan bermotor yang lebih cepat dan murah, tetapi pengguna Andong di Yogyakarta ini masih cukup banyak. Andong-andong ini dapat ditemui dengan mudah di sepanjang jalan Malioboro, pasar Ngasem, serta di Kotagede. Andong ada yang ditarik oleh 1 kuda,adapula yang ditarik oleh 2.bahkan dahulu andong punya sultan Hamengkubuwono ditarik oleh 4 kuda agar bisa berjalan lebih cepat.

                

Gambar andong

Wisatawan bisa berkeliling Yogyakarta dengan menggunakan becak dan andong dengan biaya yang sangat murah, yakni sekali berkeliling kota hanya Rp 5.000 per orang. Sejumlah obyek wisata yang dapat dikunjungi antara lain Istana Taman Sari, Museum Benteng, Museum Sonobudoyo, Istana Negara Gedung Agung, Keraton Ngayogyakarta dan Benteng Vredeburg.

Di Yogyakarta akan dapat dilihat berbagai seni dan budaya seperti sekaten, upacara tumplak wajik, gerebeg, upacara jamasan pusaka, ruwatan dan tapa bisu mubeng benteng. upacara tumplak wajik adalah sejenis makan an yang terbuat dari ketan dan gula kelapa untuk mengawali pembuatan gunungan yang akan dikeluarkan pada saat upacara gerebeg.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Andong

http://travel.kompas.com/read/2010/04/08/15541294/Andong.Yogyakarta.Diminati.Wisatawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s