Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, sepertikelapaaren, dan siwalan. Bunga (mayang) yang belum mekar diikat kuat (kadang-kadang dipres dengan dua batang kayu) pada bagian pangkalnya sehingga proses pemekaran bunga menjadi terhambat. Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula. Mayang membengkak. Setelah proses pembengkakan berhenti, batang mayang diiris-iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Cairan biasanya ditampung dengan timba yang terbuat dari daun pohon palma tersebut. Cairan yang ditampung diambil secara bertahap, biasanya 2-3 kali. Cairan ini kemudian dipanaskan dengan api sampai kental. Setelah benar-benar kental, cairan dituangkan ke mangkok-mangkok yang terbuat dari daun palma dan siap dipasarkan. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis.

Konsumsi Gula Merah Cegah Penuaan

Menurut ilmu kedokteran Tiongkok, gula merah bersifat hangat, rasanya manis dan berkhasiat untuk  menambah darah, memperkuat limpa, menghangatkan lambung, meredakan nyeri dan mengaktifkan peredaran darah.

Pada kaum lanjut usia, serapan terhadap multi vitamin dan mikronutrien perlahan-lahan semakin berkurang, sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang dapat  menjaga fungsi metabolisme dan memperlambat penuaan.

Gula merah sesuai bagi semua orang. Umumnya orang-orang beranggapan gula merah cocok bagi wanita yang baru saja melahirkan dan yang menstruasinya tidak teratur. Tetapi sebenarnya gula merah lebih cocok bagi kaum lanjut usia, terutama manula yang fisiknya lemah dan yang baru pulih dari sakit parah.

Gula Merah

Komposisi gizi : Yang dimaksud gula merah umumnya adalah gula dari tebu yang mengandung madu, umumnya adalah gula madu dari perasan tebu yang dipadatkan dengan proses pengolahan yang sederhana.

Setiap 100 gram gula merah mengandung 90 mg kalsium, 4 mg besi dan sejumlah kecil kandungan laktoflavin dan karoten. Bahkan peneliti Jepang juga mengekstrak suatu polisakarida yang dinamakan “molases”. Dari hasil percobaan terbukti bahwa “molases” ini  memilki efek antioksidan yang kuat, dan khasiatnya nyata sekali untuk melawan penuaan dini.

Para ahli terkait menganjurkan pada saat kaum manula hendak mengkonsumsi gula, sebaiknya pilihlah gula merah. Kaum manula yang tinggal di kabupaten Nagoya di Jepang (Nagoya merupakan daerah penghasil gula merah) mempunyai kebiasaan minum segelas gula merah setiap hari.

Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumi gula merah. Tidak setiap manula cocok mengkonsumsi gula merah. Menurut ilmu kedokeran Tiongkok, bagi yang kekurangan cairan tubuh, panas dalam dan memiliki pencernaan buruk serta bagi penderita diabetes, tidak disarankan untuk mengkonsumsi gula merah. Selain itu pada saat makan obat, juga tidak dianjurkan mengkonsumsinya dengan gula merah. (Secret China/eb)

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Gula_merah

http://erabaru.net/featured-news/48-hot-update/17403-konsumsi-gula-merah-untuk-mencegah-penuaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s